Info Layanan (Penghujung Tahun 2016)

holidays-quote1

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Tidak terasa waktu bergulir dengan cepatnya dan kita sudah berada di penghujung tahun 2016. Beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait beberapa layanan TDA Dinar Jaya di penghujung tahun 2016 sebagai berikut:

  1. Demi efektifitas dan efisiensi operasional, TDA Dinar Jaya akan tutup mulai hari Selasa, 27 Desember 2016 hingga hari Senin, 2 Januari 2017 dan insyaAllah, kami akan buka kembali pada hari Selasa, 3 Januari 2017. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas pengertiannya.
  2. Promo “PESTA” (Promo Emas Sepanjang TAhun) akan ditiadakan mulai tahun 2017. Namun, jangan risau karena insyaAllah, kami akan tetap memberikan harga terbaik kami untuk semua produk yang kami tawarkan pada semua sobat TDA Dinar Jaya.

Demikian informasi dari kami dan semoga bermanfaat. Akhirul kalam, selamat berlibur sobat! “Keep Calm & Enjoy Your Vacation!”

 

 

 

Info Libur Idul Fitri 1437H

Kumpulan-SMS-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Terbaru

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1437H, TDA Dinar Jaya akan tutup mulai hari Selasa, 5 Juli 2016 hingga hari Rabu, 13 Juli 2015. InsyaAllah, kami akan buka kembali mulai Kamis, 14 Juli 2015. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas pengertiannya. Tak lupa kami haturkan doa pada semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa : “Taqaballahu minna wa minkum wa ja’alana minal aidin wal faidzin.” Dan, tentunya dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan kami pada semua sobat dan mitra kami selama berinteraksi. Selamat berhari raya dan selamat berlibur dengan keluarga tercinta!

THR: Promo Emas Ramadhan 1437H

Promo Ramadhan 1437H

Promo emas Ramadhan 1437H insyaAllah akan mulai direalisasikan mulai pekan ini dengan tajuk “THR” yang merupakan kependekan dari “Terpenting Harus Ridho”. Promo emas ini insyaAllah hanya akan berlangsung maksimal selama 2 pekan mulai hari Senin, 20 Juni 2016 hingga hari Jum’at, 1 Juli 2016. Promo emas ini hanya berlaku untuk pembelian tunai salah satu produk emas yang kami pasarkan. Namun, mohon maaf, promo emas ini tidak berlaku bagi grup arisan emas kami tetapi insyAllah grup arisan emas kami tetap dapat menikmati harga promo yang tertera pada halaman “Promo” apabila stok tersedia. Sesuai dengan tajuk dari promo emas ini (baca: “Terpenting Harus Ridho (THR)”, pembeli dapat menawar harga publikasi/harga promo  kami secara wajar dengan menghubungi kami secara langsung baik melalui media bbm/whatsapp/email. Mohon maaf, stok emas yang kami sediakan untuk promo emas ini terbatas sehingga kami berhak menghentikan promo emas ini sebelum tanggal 1 Juli 2016 apabila stok emas yang diperuntukkan promo emas ini telah habis terjual. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya pada kami secara langsung baik melalui media bbm/whatsapp/email. Semoga bermanfaat.

Info Libur Idul Fitri 1436H

Hari_Raya_Wallpaper1

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1436H, TDA Dinar Jaya libur mulai Rabu, 15 Juli 2015 hingga Kamis, 23 Juli 2015. InsyaAllah, kami akan buka kembali mulai Jum’at, 24 Juli 2015. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas pengertiannya. Tak lupa kami haturkan doa pada semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa : “Taqaballahu minna wa minkum wa ja’alana minal aidin wal faidzin, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.” Dan, tentunya dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan kami pada semua sobat dan mitra kami. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

 

 

Kilas Balik, Inilah Kisahku tentang Dinar (Emas)

Kamis minggu lalu, 26 Februari 2015, kami mendapatkan informasi dari salah satu rekan sesama agen untuk menyumbang tulisan/artikel yang insya Allah kumpulan artikel tersebut akan dicetak dalam sebuah buku dan buku tersebut insya Allah akan diedarkan ke masyarakat luas sebagai bagian dari edukasi mengenai dinar (emas). Dari sekian usulan tema yang ingin diangkat, maka “My Dinar Stories” menjadi tema utama yang disepakati bersama. Dengan mengucap Bismillah, artikel di bawah mencoba menceritakan secara singkat pengalaman bergelut di dunia logam mulia selama kurang lebih 5 tahun. Insya Allah, artikel singkat ini dapat bermanfaat dan kelak jadi sumbangsih kecil bagi masyarakat luas. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Mengenal Dinar (emas) untuk pertama kali sekitar akhir tahun 2009 dari seorang teman kantor yang telah menjadi agen. Singkat cerita, kami memberanikan diri untuk menjadi mitra dari teman kantor tersebut dalam mengedukasi dan memasarkan dinar (emas) ke masyarakat luas dan Alhamdulillah, lahirlah nama usaha kami saat ini yang salah satu namanya terinspirasi dari suatu komunitas yang pandai berbagi. Setelah menjalin kerjasama dengan teman kantor tersebut dengan menjadi mitra beliau selama kurang lebih 3 tahun, kami meminta izin terlebih dahulu pada beliau untuk mengajukan diri menjadi agen penuh pada awal tahun 2013. Alhamdulillah, kami diberikan kesempatan Allah dan mendapatkan persetujuan dari pihak gerai dinar untuk menjadi agen penuh sejak 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah, berbagai hikmah positif telah kami dapatkan dan rasakan dengan mengambil keputusan untuk memberanikan diri menjadi agen penuh diantaranya telah membuka pintu-pintu silahturahim dengan rekan-rekan sesama agen dan menambah wawasan berpikir, dan pengetahuan kami mengenai beberapa hal seperti logam mulia.

Pengalaman bergelut di dunia logam mulia sejak akhir tahun 2009 lambat laun telah mengubah mindset pribadi mengenai dunia keuangan diantaranya mengenai hakikat uang yang sesungguhnya. Berdasarkan data dan fakta yang ada, uang kartal (kertas & logam) yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah saat ini hanya berhasil menjalankan fungsinya sebagai alat tukar dan telah gagal menjalankan fungsi uang sebagai penentu nilai (“unit of account”) dan sebagai penyimpan nilai (“store of value”). Hal tersebut dapat ditunjukkan ketika kita mengalami penurunan daya beli uang kertas yang kita miliki dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, uang kertas senilai Rp. 1,700,000 dapat membeli seekor kambing super dengan kisaran berat sekitar 40 Kg pada tahun 2010 namun dana sebesar itu hanya dapat membeli seekor kambing dengan berat kurang dari 40 Kg dua tahun kemudian. Tanpa kita sadari uang kertas hasil kerja keras kita tergerus daya belinya seiring waktu. Dan mari kita renungi pertanyaan mendasar ini yang pernah kami tanyakan ke beberapa klien kami dalam suatu diskusi grup yang isi pertanyaannya kurang lebih seperti ini:

“Sejak berdiri negeri ini sebagai negara merdeka dan memiliki mata uang sendiri, kapan Anda pernah merasakan daya beli Rupiah tetap stabil setiap tahunnya?”

Pada kenyataannya, penurunan daya beli (baca: inflasi) mata uang negeri ini terhadap komoditas riil setiap tahunnya menjadi hal yang lumrah dan dimaklumi oleh sebagian besar masyarakat negeri ini sehingga kita menjadi mudah terlena terhadap perampok yang tidak kasat mata yang bernama inflasi yang secara pelan tapi pasti akan menggerogoti daya beli uang hasil jerih payah kita.

Selain pertanyaan di atas, kami juga menyampaikan fakta pada saat diskusi grup bahwa uang kartal (kertas maupun logam) dapat dicetak tidak terbatas tanpa harus disertai kepemilikan emas untuk dapat mencetaknya sementara logam mulia (emas dan perak) adalah aset riil yang terbatas jumlahnya dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dengan demikian, uang kartal (kertas dan logam) yang saat ini diakui sebagai alat pembayaran yang sah bukanlah uang yang sesungguhnya. Uang kartal (kertas maupun logam) hanya sebatas berfungsi sebagai alat tukar semata dengan komoditas riil.

Pengalaman menarik lainnya selama mengedukasi dan mengedarkan dinar (emas) ke masyarakat luas selama kurang lebih 5 tahun adalah bertemu seorang klien yang menyatakan bahwa tujuannya membeli dinar/emas adalah untuk mengurangi pola hidup konsumtif pada dirinya. Dengan menyimpan uang kartal dalam rekening tabungannya, klien tersebut tidak dengan mudah mengerem pola hidup konsumtifnya dan dia tidak dengan mudah membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Walaupun dinar/emas mempunyai sifat yang sangat likuid (mudah dicairkan), setidaknya klien merasa dirinya mempunyai filter/benteng diri yang dapat membantu dirinya untuk tidak berpola hidup konsumtif dengan menukarkan uang kertas hasil jerih payahnya dengan dinar/emas.

Selain pengalaman menarik tersebut, pengalaman menarik lainnya yang menjadi catatan pribadi adalah mendengarkan keluhan dan perasaan menyesal yang telah mengkonversi sebagian uang kartal hasil jerih payahnya menjadi dinar/emas pada tahun 2011 ketika harga emas dunia berada pada puncaknya. Hal yang lumrah dan manusiawi yang coba dimaklumi ketika kita mengukurnya dari sisi materi (duniawi) semata. Namun, salah satu sudut pandang lainnya yang insya Allah dapat dijadikan hikmah positif dari menukarkan uang hasil jerih payah kita dengan dinar/emas adalah salah satu ikhtiar untuk menghindari riba. Berdasarkan fatwa MUI no. 1 tahun 2004, bunga bank hukumnya haram karena bunga bank telah memenuhi kriteria riba. Mengkonversi uang yang ada di tabungan bank menjadi dinar/emas insya Allah menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menghindari riba. Ketika menghindari sesuatu yang telah dilarangNya (baca: riba), insya Allah, kerugian materi (duniawi) akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik dan berlipat oleh Sang Maha Kaya pemilik alam semesta ini. Wallahu a’lam bishawab.

Dan sudut pandang lainnya yang perlu dipahami bersama bahwa dinar/emas insya Allah jadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mempertahankan hasil jerih payah Anda untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang Anda dan bukan investasi spekulatif jangka pendek. Dinar/emas yang identik dengan kebutuhan jangka panjang sesuai dengan kutipan pribadi kami mengenai emas yang berbunyi “patience is gold and gold is about patience” yang artinya “kesabaran itu emas dan emas itu berkaitan dengan kesabaran”.

Kebenaran pada tulisan kami ini datangnya dari Allah SWT semata dan kekhilafan pada tulisan kami ini datangnya dari kami pribadi. Wallahu a’lam bishawab. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

 

Penulis:

Oki Baskoro Rachmat, bukan ustadz, bukan siapa-siapa, hanya hambaNya yang insya Allah mencoba lebih baik!

9 Maret 2015

Diolah dari berbagai sumber