Info Libur Idul Fitri 1437H

Kumpulan-SMS-Ucapan-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-Terbaru

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1437H, TDA Dinar Jaya akan tutup mulai hari Selasa, 5 Juli 2016 hingga hari Rabu, 13 Juli 2015. InsyaAllah, kami akan buka kembali mulai Kamis, 14 Juli 2015. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas pengertiannya. Tak lupa kami haturkan doa pada semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa : “Taqaballahu minna wa minkum wa ja’alana minal aidin wal faidzin.” Dan, tentunya dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan kami pada semua sobat dan mitra kami selama berinteraksi. Selamat berhari raya dan selamat berlibur dengan keluarga tercinta!

THR: Promo Emas Ramadhan 1437H

Promo Ramadhan 1437H

Promo emas Ramadhan 1437H insyaAllah akan mulai direalisasikan mulai pekan ini dengan tajuk “THR” yang merupakan kependekan dari “Terpenting Harus Ridho”. Promo emas ini insyaAllah hanya akan berlangsung maksimal selama 2 pekan mulai hari Senin, 20 Juni 2016 hingga hari Jum’at, 1 Juli 2016. Promo emas ini hanya berlaku untuk pembelian tunai salah satu produk emas yang kami pasarkan. Namun, mohon maaf, promo emas ini tidak berlaku bagi grup arisan emas kami tetapi insyAllah grup arisan emas kami tetap dapat menikmati harga promo yang tertera pada halaman “Promo” apabila stok tersedia. Sesuai dengan tajuk dari promo emas ini (baca: “Terpenting Harus Ridho (THR)”, pembeli dapat menawar harga publikasi/harga promo  kami secara wajar dengan menghubungi kami secara langsung baik melalui media bbm/whatsapp/email. Mohon maaf, stok emas yang kami sediakan untuk promo emas ini terbatas sehingga kami berhak menghentikan promo emas ini sebelum tanggal 1 Juli 2016 apabila stok emas yang diperuntukkan promo emas ini telah habis terjual. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya pada kami secara langsung baik melalui media bbm/whatsapp/email. Semoga bermanfaat.

Info Libur Idul Fitri 1436H

Hari_Raya_Wallpaper1

Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1436H, TDA Dinar Jaya libur mulai Rabu, 15 Juli 2015 hingga Kamis, 23 Juli 2015. InsyaAllah, kami akan buka kembali mulai Jum’at, 24 Juli 2015. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas pengertiannya. Tak lupa kami haturkan doa pada semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa : “Taqaballahu minna wa minkum wa ja’alana minal aidin wal faidzin, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.” Dan, tentunya dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan kami pada semua sobat dan mitra kami. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

 

 

Kilas Balik, Inilah Kisahku tentang Dinar (Emas)

Kamis minggu lalu, 26 Februari 2015, kami mendapatkan informasi dari salah satu rekan sesama agen untuk menyumbang tulisan/artikel yang insya Allah kumpulan artikel tersebut akan dicetak dalam sebuah buku dan buku tersebut insya Allah akan diedarkan ke masyarakat luas sebagai bagian dari edukasi mengenai dinar (emas). Dari sekian usulan tema yang ingin diangkat, maka “My Dinar Stories” menjadi tema utama yang disepakati bersama. Dengan mengucap Bismillah, artikel di bawah mencoba menceritakan secara singkat pengalaman bergelut di dunia logam mulia selama kurang lebih 5 tahun. Insya Allah, artikel singkat ini dapat bermanfaat dan kelak jadi sumbangsih kecil bagi masyarakat luas. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Mengenal Dinar (emas) untuk pertama kali sekitar akhir tahun 2009 dari seorang teman kantor yang telah menjadi agen. Singkat cerita, kami memberanikan diri untuk menjadi mitra dari teman kantor tersebut dalam mengedukasi dan memasarkan dinar (emas) ke masyarakat luas dan Alhamdulillah, lahirlah nama usaha kami saat ini yang salah satu namanya terinspirasi dari suatu komunitas yang pandai berbagi. Setelah menjalin kerjasama dengan teman kantor tersebut dengan menjadi mitra beliau selama kurang lebih 3 tahun, kami meminta izin terlebih dahulu pada beliau untuk mengajukan diri menjadi agen penuh pada awal tahun 2013. Alhamdulillah, kami diberikan kesempatan Allah dan mendapatkan persetujuan dari pihak gerai dinar untuk menjadi agen penuh sejak 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah, berbagai hikmah positif telah kami dapatkan dan rasakan dengan mengambil keputusan untuk memberanikan diri menjadi agen penuh diantaranya telah membuka pintu-pintu silahturahim dengan rekan-rekan sesama agen dan menambah wawasan berpikir, dan pengetahuan kami mengenai beberapa hal seperti logam mulia.

Pengalaman bergelut di dunia logam mulia sejak akhir tahun 2009 lambat laun telah mengubah mindset pribadi mengenai dunia keuangan diantaranya mengenai hakikat uang yang sesungguhnya. Berdasarkan data dan fakta yang ada, uang kartal (kertas & logam) yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah saat ini hanya berhasil menjalankan fungsinya sebagai alat tukar dan telah gagal menjalankan fungsi uang sebagai penentu nilai (“unit of account”) dan sebagai penyimpan nilai (“store of value”). Hal tersebut dapat ditunjukkan ketika kita mengalami penurunan daya beli uang kertas yang kita miliki dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, uang kertas senilai Rp. 1,700,000 dapat membeli seekor kambing super dengan kisaran berat sekitar 40 Kg pada tahun 2010 namun dana sebesar itu hanya dapat membeli seekor kambing dengan berat kurang dari 40 Kg dua tahun kemudian. Tanpa kita sadari uang kertas hasil kerja keras kita tergerus daya belinya seiring waktu. Dan mari kita renungi pertanyaan mendasar ini yang pernah kami tanyakan ke beberapa klien kami dalam suatu diskusi grup yang isi pertanyaannya kurang lebih seperti ini:

“Sejak berdiri negeri ini sebagai negara merdeka dan memiliki mata uang sendiri, kapan Anda pernah merasakan daya beli Rupiah tetap stabil setiap tahunnya?”

Pada kenyataannya, penurunan daya beli (baca: inflasi) mata uang negeri ini terhadap komoditas riil setiap tahunnya menjadi hal yang lumrah dan dimaklumi oleh sebagian besar masyarakat negeri ini sehingga kita menjadi mudah terlena terhadap perampok yang tidak kasat mata yang bernama inflasi yang secara pelan tapi pasti akan menggerogoti daya beli uang hasil jerih payah kita.

Selain pertanyaan di atas, kami juga menyampaikan fakta pada saat diskusi grup bahwa uang kartal (kertas maupun logam) dapat dicetak tidak terbatas tanpa harus disertai kepemilikan emas untuk dapat mencetaknya sementara logam mulia (emas dan perak) adalah aset riil yang terbatas jumlahnya dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dengan demikian, uang kartal (kertas dan logam) yang saat ini diakui sebagai alat pembayaran yang sah bukanlah uang yang sesungguhnya. Uang kartal (kertas maupun logam) hanya sebatas berfungsi sebagai alat tukar semata dengan komoditas riil.

Pengalaman menarik lainnya selama mengedukasi dan mengedarkan dinar (emas) ke masyarakat luas selama kurang lebih 5 tahun adalah bertemu seorang klien yang menyatakan bahwa tujuannya membeli dinar/emas adalah untuk mengurangi pola hidup konsumtif pada dirinya. Dengan menyimpan uang kartal dalam rekening tabungannya, klien tersebut tidak dengan mudah mengerem pola hidup konsumtifnya dan dia tidak dengan mudah membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Walaupun dinar/emas mempunyai sifat yang sangat likuid (mudah dicairkan), setidaknya klien merasa dirinya mempunyai filter/benteng diri yang dapat membantu dirinya untuk tidak berpola hidup konsumtif dengan menukarkan uang kertas hasil jerih payahnya dengan dinar/emas.

Selain pengalaman menarik tersebut, pengalaman menarik lainnya yang menjadi catatan pribadi adalah mendengarkan keluhan dan perasaan menyesal yang telah mengkonversi sebagian uang kartal hasil jerih payahnya menjadi dinar/emas pada tahun 2011 ketika harga emas dunia berada pada puncaknya. Hal yang lumrah dan manusiawi yang coba dimaklumi ketika kita mengukurnya dari sisi materi (duniawi) semata. Namun, salah satu sudut pandang lainnya yang insya Allah dapat dijadikan hikmah positif dari menukarkan uang hasil jerih payah kita dengan dinar/emas adalah salah satu ikhtiar untuk menghindari riba. Berdasarkan fatwa MUI no. 1 tahun 2004, bunga bank hukumnya haram karena bunga bank telah memenuhi kriteria riba. Mengkonversi uang yang ada di tabungan bank menjadi dinar/emas insya Allah menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menghindari riba. Ketika menghindari sesuatu yang telah dilarangNya (baca: riba), insya Allah, kerugian materi (duniawi) akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik dan berlipat oleh Sang Maha Kaya pemilik alam semesta ini. Wallahu a’lam bishawab.

Dan sudut pandang lainnya yang perlu dipahami bersama bahwa dinar/emas insya Allah jadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mempertahankan hasil jerih payah Anda untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang Anda dan bukan investasi spekulatif jangka pendek. Dinar/emas yang identik dengan kebutuhan jangka panjang sesuai dengan kutipan pribadi kami mengenai emas yang berbunyi “patience is gold and gold is about patience” yang artinya “kesabaran itu emas dan emas itu berkaitan dengan kesabaran”.

Kebenaran pada tulisan kami ini datangnya dari Allah SWT semata dan kekhilafan pada tulisan kami ini datangnya dari kami pribadi. Wallahu a’lam bishawab. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

 

Penulis:

Oki Baskoro Rachmat, bukan ustadz, bukan siapa-siapa, hanya hambaNya yang insya Allah mencoba lebih baik!

9 Maret 2015

Diolah dari berbagai sumber

Pertahanan dan/atau Penambah Kekayaan

Ahad yang lalu, 12 Januari 2015, kami mendapatkan sebuah pertanyaan sederhana dari salah satu klien kami yang menanyakan apakah emas itu untuk menambah kekayaan atau mempertahankan kekayaan. Lalu, kami tidak serta merta menjawab pertanyaan klien tersebut, namun kami mencoba mengubahnya menjadi sebuah ajang diskusi dan belajar bersama sehingga terjadi komunikasi dua arah dan bukan hanya satu arah saja sehingga kami bertanya balik pada klien tersebut dengan menanyakan pendapatnya apakah emas itu untuk menambah atau mempertahankan kekayaan. Lalu, klien menjawabnya bahwa emas itu untuk mempertahankan kekayaan. Tidak berhenti di situ dan coba berlagak sebagai seorang “coach”🙂, kami bertanya kembali mengenai alasan mengapa mempunyai pendapat seperti itu. Namun, klien tersebut tidak dapat memberikan alasan yang kami tanyakan dan klien tersebut hanya menyampaikan bahwa dia membaca sebuah buku yang menyimpulkan bahwa emas itu untuk menambah kekayaan.

Secara prinsip, kami sepakat dengan pendapat klien tersebut bahwa emas lebih mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan kekayaan. Pendapat kami tersebut didasarkan bahwa 1 dinar emas sejak 1400 tahun lalu setara dengan 1 ekor kambing/domba dan Alhamdulillah, 1 dinar emas saat ini insyaAllah dapat membeli 1 ekor kambing/domba. Namun, demikian, kami tidak dalam kapasitas untuk menyatakan bahwa pendapat yang menyatakan emas itu untuk menambah kekayaan adalah salah. Semuanya kembali pada perspektif si penulis buku sehingga mendapatkan kesimpulan seperti itu. Salah satu kemungkinannya adalah si penulis buku mengambil data harga emas pada tahun-tahun ketika harga emas mengalami peningkatan daya beli yang cukup signifikan sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa emas itu untuk menambah kekayaan. Salah satu ilustrasi yang mendukung pendapat bahwa emas itu untuk menambah kekayaan dapat dilihat pada data di bawah ini yang mengaitkan antara dinar emas dengan ONH (Ongkos Naik Haji):

ONH tahun 1997 setara dengan sekitar 97 dinar emas;

ONH tahun 1999 setara dengan sekitar 70 dinar emas;

ONH tahun 2008 setara dengan sekitar 26 dinar emas;

Dari ilustrasi di atas terlihat bahwa 70 dinar emas pada tahun 1999 hanya dapat memberangkatkan 1 orang ke tanah suci. Namun, 9 tahun kemudian, 70 dinar emas pada tahun 2008 Alhamdulillah dapat memberangkatkan hampir mencapai 3 orang ke tanah suci. Dengan demikian, pendapat yang menyatakan bahwa emas itu untuk menambah kekayaan tidak salah 100% dengan mengambil ilustrasi tersebut. Namun, kesimpulan penulis buku tersebut menjadi kurang valid ketika emas berada dalam periode dimana harga emas dunia mengalami penurunan daya beli seperti yang terjadi pada akhir kwartal pertama tahun 2009 hingga kwartal pertama 2010 dimana harga emas dunia mengalami penurunan sekitar 10%.

Berdasarkan beberapa faktor tersebut yang telah kami sebutkan di atas, pendapat yang mengatakan bahwa emas itu sebagai pertahanan kekayaan Anda lebih sesuai menggambarkan tujuan menabung emas. Rasanya jargon mengenai emas seperti “emas tidak membuat anda kaya tapi emas membuat anda tetap kaya” merepresentasikan pendapat bahwa emas itu sebagai pertahanan kekayaan Anda. Lalu apabila ada yang bertanya, kalau emas tidak membuat saya tambah kaya, buat apa saya menabung/membeli emas? Kasih tahu nggak yah jawabannya?🙂 Tidakkah kita sadari bahwa setiap tahunnya uang kertas (fiat) yang kita peroleh dari hasil jerih payah kita tergerus daya belinya oleh “perampok” yang tidak kasat mata (baca: inflasi) dan kita terlena serta gampang memaklumi uang kertas kita tergerus daya belinya seiring waktu. Ketika kita terlena dan membiarkan hal tersebut terjadi pada uang hasil jerih payah kita tanpa ada ikhtiar untuk melindunginya dari inflasi atau hanya sebatas menabung uang kertas, maka Anda insyaAllah dalam keadaan merugi karena uang kertas kita tidak akan pernah mampu membeli kebutuhan masa depan kita.

Bagaimana melindungi uang hasil jerih payah kita untuk kebutuhan masa depan kita? Emas atau Dinar (emas) insyaAllah jadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk kebutuhan jangka panjang dan kebutuhan masa depan seperti cadangan biaya anak sekolah sekian belas tahun lagi, untuk cadangan biaya haji yang kini antriannya semakin panjang, untuk cadangan biaya kesehatan hari tua dlsb. Alhamdulillah, emas terbukti efektif dalam mempertahankan daya belinya untuk waktu yang panjang! Dan semoga kejadian penurunan harga emas akhir-akhir ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, bahwa emas memang bukan untuk investasi spekulatif jangka pendek. Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa emas pada hakikatnya minimal dapat mempertahankan kekayaan Anda yang diperuntukkan untuk kebutuhan jangka panjang Anda.

Kebenaran hanya milik Allah SWT semata dan kekhilafan datangnya dari kami pribadi. Wallahu a’lam. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.
Penulis:

Oki Baskoro Rachmat

16 Januari 2015

Diolah dari berbagai sumber